BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Proses belajar mengajar
adalah suatu metode pembelajaran yang diterapkan oleh seseorang atau individual
dalam mencapai suatu keinginan dalam pengembangan kemampuan dirinnya semaksimal
mungkin. Proses belajar mengajar melingkupi dua hal yaitu proses belajar
mengajar secara internal dan eksternal, proses belajar mengajar secara internal
seperti ketika kita berada dalam suatu ruang kelas dimana seoarng guru atau
dosen menerangkan ilmu yang akan di ajarkan buat murid didiknya atau
mahasiswanya sedangkan proses belajar mengajar secara eksternal adalah proses
belajar mengajar di luar dari sekolah ataupun saat kuliah seperti mengikuti
bimbingan belajar atau saat belajar sendiri di rumah. Namun dari dua proses
belajar tersebut proses belajar mengajar secara internal amatlah penting di
karenakan kita harus benar-benar ,mendengarkan secara seksama ketika seorang
guru ataupun seorang dosen menerangkan materi yang disampaikan apabila
konsentrasi dalam penerimaan terpecah akan memungkinkan tidak masuknya materi
yang telah disampaikan guru atau dosen yang memberikan materi tersebut.
Dalam penelitian kali
ini akan dibahas permasalahan tentang pengaruh lamanya seorang dosen statistika
its khususnya untuk D3 Statistika
semester 2 kelas A dalam pengajaran atau penyampaian
materinya tiap kali pertemuan selama satu minggu sehingga dapat diketahhui
berapa lama dosen tersebut dalam menyampaikan materinya yang dihitung dalam
hitungan menit dalam setiap kali pertemuan. Berdasarkan permasalahan yang ada
peneliti ingin mengetahui bagaimana hasil peta
-
R
dan peta
- S
dari hasil data pengaruh lamanya seorang dosen statistika its khususnya untuk
D3 Statistika semester 2 kelas A
dalam pengajaran atau penyampaian materinya tiap kali pertemuan selama satu
minggu sehingga dapat diketahhui berapa lama dosen tersebut dalam menyampaikan
materinya yang dihitung dalam hitungan menit dalam setiap kali pertemuan.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
di atas dapat diambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana uji kenormalandata proses belajar pada mahasiswa DIII
Statistika semester 2 kelas A?
2. Bagaimana uji keacakandata proses belajar pada mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A?
3. Bagaimana peta kendali
untuk data proses belajar pada mahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A?
4. Bagaimana peta kendali
untuk data proses belajar pada mahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A?
5. Bagaimana perbandingan antara peta
dan peta
untuk data proses belajar pada mahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A?
1.3
Tujuan
Berdasarkan rumusan
masalah di atas, maka didapatkan beberapa tujuan sebagai berikut.
1. Mengetahui apakahuji kenormalandata proses belajar pada mahasiswa DIII
Statistika semester 2 kelas A.
2. Mengetahui apakahuji keacakandata proses belajar pada mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A.
3. Mengetahui apakah data proses belajar pada mahasiswa DIII Statistika
semester 2 kelas A terkendali dengan peta
.
4. Mengetahui apakah data proses belajar pada mahasiswa DIII Statistika
semester 2 kelas A terkendali dengan peta
.
5. Mengetahui perbandingan antara
peta
dan peta
untuk data proses belajar pada mahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A.
1.4
Manfaat
Manfaat yang didapatkan
dari penulisan modul ini adalah untukmengaplikasikan ilmu pengendalian kualitas
statistika dengan menggunakan teori peta kendali
dan peta
kendali
pada proses
belajar pada mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A, dan mengaplikasikan
ilmu pengendalian kualitas statistik dalam perusahaan atau dunia kerja.
1.5
Batasan
Masalah
Dalam
melakukan penelitian ini batasan masalah yang digunakan adalahproses belajar pada 4 mata kuliah 3 dan 4 sks yaitu Riset
Operasi, Eksperimen Design, Matrik, Ekonomi Teknik, dengan waktu yang dihitung adalah waktu proses belajar pada pertemuan
pertama dan pertemuan kedua.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1
Peta Kendali
Peta kontrol
adalah grafik
yang menggambarkan nilai- nilai suatu kelompok data (sampel) relatif terhadap
batas kendali atas dan bawah. Bagan kendali ini dapat memberikan tiga macam
informasi antara lain :
1.Keragaman dasar dari karakteristik
mutu.
2.Konsistensi penampilan produk
3.Tingkat rata- rata dari karakteristik
mutu.
Kegunaan peta kontrol
dan R adalah
untuk membantu menentukan apakah nilai- nilai data dari proses produksi dalam
keadaan normal atau tidak. Sehingga berdasarkan informasi dari peta kontrol
tersebut dapat diambil kesimpulan dan tindakan- tindakan yang seharusnya
dilakukan.Beberapa langkah pembuatan peta kontrol
yang
umumnya dilakukan sebagai berikut.
1.
Tentukan
ukuran subgrup (n = 3, 4, 5, ……).
2.
Tentukan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20
subgrup.
3.
Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu
X.
4.
Hitung nilai rata-rata seluruh X, yaitu
, yang merupakan center line dari peta kendali
.
5.
Hitung nilai selisih data terbesar dengan data
terkecil dari setiap subgrup, yaitu Range ( R ).
6.
Hitung nilai rata-rata dari seluruh R, yaitu R yang
merupakan center line dari peta kendali R.
7.
Hitung batas
kendali dari peta kendali
:
UCL =
+ (A2 . R) (2.1)
LCL =
– (A2 . R) (2.2)
8.
Hitung batas kendali untuk peta kendali
R
UCL =
D4 . R (2.3)
LCL =
D3 . R (2.4)
9.
Plot
data
dan R pada peta kendali
dan R serta amati apakah data tersebut berada
dalam pengendalian atau tidak.
10.
Hitung Indeks Kapabilitas Proses (Cp)
Cp
= (2.5)
S = atau S = R/d2
(2.7)
Kriteria penilaian :
Jika Cp >
1,33 , maka kapabilitas proses sangat baik
Jika 1,00 ≤
Cp ≤ 1,33, maka kapabilitas proses baik
Jika Cp <
1,00, maka kapabilitas proses rendah
11.
Hitung
Indeks Cpk :
Cpk = Minimum
{ CPU ; CPL }
keterangan :
CPU = dan CPL = (2.8)
Kriteria
penilaian :
Jika Cpk = Cp, maka proses terjadi ditengah
Jika Cpk =1,maka proses menghasilan produk yangsesuai
dengan spesifikasi
Jika Cpk <1,maka proses menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi
Kondisi Ideal : Cp > 1,33 dan Cp = Cpk
(Anonim_6, 2012)
2.2
Peta Kendali
Peta kendali standar deviasi digunakan untuk
mengukur tingkat keakurasian suatu proses. Langkah-langkah pembuatan peta kendali
dan S
adalah sebagai berikut.
1.
Tentukan ukuran
subgrup (n > 10).
2.
Kumpulkan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20–25
sub-grup
3.
Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu x
4.
Hitung nilai rata-rata dari seluruh x, yaitu
yang merupakan garis tengah (center
line) dari peta kendali
5.
Hitung simpangan baku dari setiap subgrup yaitu S,
S = (2.9)
6.
Hitung nilai rata-rata dari seluruh s, yaitu S yang
merupakan garis tengah dari peta kendali S,
7.
Hitung batas
kendali dari peta kendali
UCL :
+A3
(2.10)
LCL :
-A3
(2.11)
8.
Hitung batas kendali dari peta
UCL : B4
x
(2.12)
LCL : B3 x
(2.13)
(Anonim_7, 2012)
2.3
Uji Runtun (Run Test)
Seperti telah diketahui bahwa statistik adalah taksiran dari parameter yang diperoleh dari sampel dan data sampel yang digunakan haruslah acak, jika
dalam pengambilan sampel terdapat keraguan akan keacakan sampel yang diperoleh,
maka perlu dilakukan uji keacakan, yaitu uji Runtun atau istilah lainnya adalah
Run test.Uji ini
didasarkan pada adanya runtun, runtun adalah deretan tanda-tanda yang identik yang diikuti oleh satu atau lebih huruf atau
tanda yang berbeda. Dengan
langkah-langkah pengujian sebagai berikut.
Hipotesis
H0 : Data pengamatan telah diambil secara acak
dari suatu populasi
H1 : Data pengamatan yang diambil dari populasi tidak acak
Taraf signifikan : α
Statistik uji
Apabila
banyaknya runtun n < 20
r
= banyaknya runtun
Aproksimasi
sampel besar apabila n1 maupun n2> 20 maka :
z =
(2.14)
Daerah
kritis
Tolak H0, bila : r < rbawah atau
r > ratas dari tabelnilai kritis untuk runtun r dengan n1 dan
n2
Keterangan :
n1 : Banyak data bertanda (+) atau huruf tertentu
n2 : Banyak data bertanda (-) atau huruf
lainnya
(Daniel, 1989).
2.4
Distribusi Normal
Distribusi normal atau
yang dikenal dengan distribusi Gauss adalah distribusi probabilitas yang paling
banyak digunakan dalam analisis statistika. Distribusi normal memodelkan
fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial. Distribusi normal
memilki kurva yang disebut kurva normal. Kurva normal adalah kurva yang
menggambarkan distribusi normal yang berbentuk menyerupai genta atau lonceng,
kurva normal berbentuk simetris dengan mean sebagai nilai tengahnya, dan kurva
normal tidak pernah menyentuh sumbu x. Kurva normal sering disebut bell curve, karena kepekatan
probabilitasnya mirip lonceng. Rumus persamaan kurva normal adalah sebagai
berikut.
(2.15)
(Aridinanti, 2012).
2.5 Landasan Non
Statistik
Proses pembelajaran merupakan tahapan-tahapan
yang dilalui dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik
seseorang, dalam hal ini adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa atau
peserta didik. Salah satu peran yang dimiliki oleh seorang guru untuk melalui
tahap-tahap ini adalah sebagai fasilitator. Untuk menjadi fasilitator yang baik
guru harus berupaya dengan optimal mempersiapkan rancangan pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik anak didik, demi mencapai tujuan pembelajaran.
Kualitas
pembelajaran atau pembentukan kompetensi dapat dilihat dari segi proses dan
segi hasil. Segi proses, pembelajaran atau pembentukan kompetensi dikatakan
berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak- tidaknya sebagian
besar tujuh puluh lima persen peserta didik terlibat secara aktif, di samping
menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan
rasa percaya pada diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran
dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri
peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar tujuh puluh lima
persen (Anonim_8, 2011).
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1Sumber Data
Sumberdata yang digunakan pada praktikum kali ini merupakan data primer.
Data tersebut didapatkan dari pengamatan proses belajar pada mahasiswa DIII
Statistika semester 2 kelas A. Pengamatan dilakukan sejak Hari senin, tanggal 28Maret
2012sampai tanggal 4 April 2012.
3.2 Variabel
Penelitian
Praktikum kali ini menggunakan waktu proses belajar sebagai unit
eksperimen dengan banyak mata kuliah sebanyak 4. SKS mata kuliahuntuk
penelitian ini adalah 3 dan 4 SKS. Sedangkan variabel yang teramati adalah waktu
proses belajar pada 4 mata kuliah tersebut terdiri dari Riset Operasi,Eksperimen Design, Matrik, Ekonomi Teknik.
3.4 Langkah
Analisis
Langkah analisis untuk melakukan praktikum data kecacatan
pada sepeda motor yang ada di parkiran statistika antara lain.
1.
Melakukan analisis uji kenormalanterhadap
data waktu proses belajar pada mahasiswa DIII Statistika semseter 2 kelas A.
2.
Melakukan analisis uji keacakanterhadap
data waktu proses belajar pada mahasiswa DIII Statistika semseter 2 kelas A.
3.
Membuat peta kendali
dan peta
kendali
terhadap data waktu proses belajar pada mahasiswa DIII
Statistika semseter 2 kelas A.
4.
Melakukan perbandingan antara peta
kendali
dan peta
kendali
terhadap data waktu proses belajar pada mahasiswa DIII
Statistika semseter 2 kelas A.
5.
Membuat kesimpulan dan laporan
3.5 Diagram Alir
Berdasarkan langkah analisis yang dilakukan maka
dapat digambarkan dalam entuk diagram alir sebagai berikut.
|
Mulai
|
|
Pengumpulan data
|
|
Uji Asumsi
|
|
Tidak
|
|
ya
|
|
Peta kendali
dan
|
|
Melakukan perbandingan pada Peta kendali
dan
|
|
Selesai
|
|
Kesimpulan
|
Gambar 3.1Diagram Alir
BAB
IV
ANALISIS
DAN PEMBAHASAN
4.1 Uji Kenormalan Data Proses Belajar
Data pada proses belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2
kelas A akan dilakukan uji kenormalan
untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti distribusi normal. Pengujiannya
adalah sebagai berikut.
Hipotesis :
H0 : Data proses belajar berdistribusi Normal
H1 : Data proses belajar tidak berdistribusi
Normal
Taraf Signifikan :
α = 0,05
Gambar 4.1 Uji Kenormalan Data Proses Belajar
Gambar 4.1 menunjukkan titik-titik yang
dihasilkan mengikuti bentuk linier dari garis yang diberikan. Pada data proses belajar
mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas Ayang memiliki nilai standart deviasi sebesar 13,67 yang
mempunyai arti penyebaran datanya kecil. Selain itu, nilai P-value yang
diberikan sebesar >0,147. Nilai P-value menunjukkan bahwa P-value > α
dengan α = 0,05. Karena nilai P-value lebih besar dari 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa data proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A mengikuti distribusi normal.
4.2 Uji Keacakan
(Run Test)Data Proses Belajar
Setelah dilakukan pengujian untuk asumsi normal maka dilakukan pengujian run test pada data pengamatan. Uji ini
ditujukan untuk mengetahui keacakan data data proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A. Hipotesis uji keacakan ini
dituliskansebagaimana berikut.
Hipotesis
H0 : pengamatan proses belajartelah
diambil secara acak dari suatu populasi
H1 : pengamatan proses belajartelah
diambil tidak acak dari suatu populasi
Taraf
signifikan :
α :
0,05
Tabel 4.1Run testData
Proses Belajar
|
Keterangan
|
Nilai
|
|
Runtun
|
5
|
|
P-value
|
0,837
|
|
n1
|
5
|
|
n2
|
3
|
|
Median
|
89,37
|
Berdasarkan
Tabel 4.1 dengan α sebesar 0,05 didapatkan nilai median
sebesar 89,37 dan nilai P-value adalah
0,837 sehingga daerah penolakannya adalah tolak H0 jika P-value< α. Karena
nilai P-value>αdengan nilai 0,574>
0,05 maka gagal tolak H0 jadi data data proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas Atelah acak dari
suatu populasi data data proses belajar
mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A.
4.3
Peta
Data Proses Belajar
Berdasarkan pengujian sebelumnya yang memenuhi asumsi peta
yaitu
berdistribusi normal dan acak.Maka untuk menguji data ketidaksesuaian kartu
ucapan dengan menggunakan peta
dapat
dilakukan. Peta
digunakan untuk melihat keadaandata proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A yang melampaui dari batas
kontrol atas dan batas kontrol bawah.Jika terdapat data yang out of control maka akan dilakukan
perbaikan dengan mencari batas kontrol atas dan batas kontrol bawah dengan
tidak mengikutsertakan data tersebut. Hasil pengujian peta
dapat
dilihat sebagai berikut.
Gambar 4.2 Peta
Data
Proses Belajar
Berdasarkan Gambar 4.2 diketahui nilai batas kontrol atas
untuk peta
adalah 125,51, sedangkan nilai garis tengah (
) sebesar 89,38 dan batas kontrol bawah untuk peta
didapatkan hasil sebesar 53,24. Jika dilihat dari
grafik
tidak ada keluar
dari batas kontrol atas dan batas kontrol bawah maka data proses belajarmahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A
untuk peta
telah terkendali.Pada nilai batas kontrol atas untuk
peta R adalah 62,78, sedangkan nilai garis tengah (
) sebesar 19,21 dan batas kontrol bawah didapatkan
hasil sebesar 0. Jika dilihat dari grafik
tidak ada
keluar dari batas kontrol atas dan batas kontrol bawah maka data proses belajar
mahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A
untuk peta
telah
terkendali.
4.4
Peta
Data Proses
Belajar
Berdasarkan pengujian
sebelumnya yang memenuhi asumsi peta
yaitu
berdistribusi normal dan acak.Maka untuk menguji data ketidaksesuaian kartu
ucapan dengan menggunakan peta
dapat
dilakukan. Peta
digunakan
untuk melihat keadaan data proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A yang melampaui dari batas kontrol atas dan
batas kontrol bawah. Jika terdapat data yang out of control maka akan dilakukan perbaikan dengan mencari batas
kontrol atas dan batas kontrol bawah dengan tidak mengikutsertakan data
tersebut. Hasil pengujian peta
dapat
dilihat sebagai berikut.
Gambar 4.3Peta
Data Proses
Belajar
Berdasarkan Gambar 4.2 diketahui nilai batas kontrol atas
untuk peta
adalah 125,51, sedangkan nilai garis tengah (
) sebesar 89,38 dan batas kontrol bawah untuk peta
didapatkan
hasil sebesar 53,24. Jika dilihat dari grafik
tidak ada
keluar dari batas kontrol atas dan batas kontrol bawah maka data proses belajar
mahasiswa
DIII Statistika semester 2 kelas A
untuk peta
telah
terkendali. Pada nilai batas kontrol atas untuk peta S adalah 44,40, sedangkan
nilai garis tengah (
) sebesar 13,59 dan batas kontrol bawah didapatkan
hasil sebesar 0. Jika dilihat dari grafik
tidak ada keluar dari batas kontrol atas dan batas
kontrol bawah maka data proses belajar mahasiswa DIII
Statistika semester 2 kelas A
untuk peta
telah
terkendali.
4.5 Perbandingan Peta
dan Peta
Data Proses Belajar
Analisisselanjutnya adalah membandingkan
antara peta
dengan peta
dari data proses belajar. Berikut analisis
yang telah dilakukan.
Tabel 4.2Perbandingan Peta
dengan Peta
pada Data Proses Belajar
|
|
|
|
|
BKA
|
62,78
|
44,40
|
|
BKB
|
0
|
0
|
Tabel 4.2 diketahui BKA pada peta
lebih kecil dari BKA pada peta
maka nilai dari peta
lebih mendekati dengan nilai sebenarnya dan lebih
teliti dalam menganalisis, jadi peta
lebih baik dibandingkan dengan peta
karena tingkat akurasi lebih tinggi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat diperoleh
kesimpulan seperti dibawah ini.
1. Data proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas A mengikuti distribusi normal.
2. Data proses
belajar mahasiswa DIII Statistika semester 2 kelas Atelah terambil secara acak dari suatu populasi.
3. Data proses belajar mahasiswa DIII
Statistika semester 2 kelas A
telah terkendali karena tidak melampaui batas kontrol atas dan batas kontrol
bawah.
4. Data proses belajar mahasiswa DIII
Statistika semester 2 kelas A
telah terkendali karena tidak melampaui batas kontrol atas dan batas kontrol
bawah.
5.
Peta
lebih baik dibandingkan dengan peta
karena tingkat akurasi lebih tinggi.
5.2 Saran
Agar teliti dalam mengolah suatu data, karena dalam dunia
statistika inferensi tersebut akan selalu digunakan khususnya untuk menganalisa
data pengamatan. Dan jika suatu saat ada pembuatan laporan yang sama penelitian ini dapat disempurnakan lagi dan dapat dijadikan
bahan referensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar